Tampilkan postingan dengan label Tips Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Karir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Tips Mudah Sukses Wawancara Kerja




Ketika Curriculum Vitae (CV) yang Anda buat telah mengantarkan Anda pada sebuah panggilan wawancara anda merasa itu sudah cukup baik. Namun semuanya belum cukup sampai disitu saja karena pada saat wawancara nanti penampilan anda akan menentukan apakah anda akan memperoleh kesempatan besar untuk mendapatkan pekerjaan yang diidam-idamkan atau malah sebaliknya. Penampilan anda juga akan memberi kesan ingatan kepada pewawancara apakah anda terlihat cukup percaya diri sehingga membuat mereka yakin bahwa anda lah orang yang tepat yang mereka pilih.

Berikut beberapa tips yang harus anda perhatikan agar wawancara anda menjadi lebih berkesan bagi pewawancara :

 
Berlatih lah dengan mempelajari pertanyaan-pertanyaan yang paling umum dan biasa diajukan oleh setiap pewawancara. Suruhlah seseorang membantu anda mengajukan pertanyaannya dan anda menjawabnya. Dengan berlatih seperti itu akan membantu anda mempersiapkan diri dan mengurangi tingkat kemungkinan kesalahan yang sebenarnya dapat anda hindari pada saat mengikuti wawancara yang sebenarnya. Dan juga, akan membuat anda terlihat lebih percaya diri pada saat diwawancarai nanti ketika anda ditanyakan pertanyaan yang sudah antisipasi sebelumnya.

Datanglah lebih awal untuk mencegah kemungkinan datang terlambat. Merencanakan segalanya jauh-jauh hari adalah kuncinya. Misalnya, mengumpulkan semua barang-barang yang anda butuhkan pada malam hari sebelum wawancara dilaksanakan. Selain itu, rebahkan pakaian anda dan yakinkan bahwa anda mengetahui alamat yang benar dan arah jalan tempat wawancara akan dilaksanakan. Jika wawancara tersebut terletak di daerah yang belum adan kenali, kunjungi lokasinya terlebih dahulu satu hari sebelum wawancara dilaksanakan. 
 
Tunjukkan rasa percaya diri anda mulai pada saat anda masuk ke ruang wawancara. Anda dapat menunjukkan sikap rasa percaya diri dengan menyalami dengan erat pewawancara dan membangun hubungan tatapan mata. Berpakaianlah layaknya seorang professional dan sopan sehingga penampilan anda akan mempengaruhi kesan pertama bagi pewawancara terhadap diri anda. Pakailah busana kantor yang layak, bersih dan memikat penampilan. Dan jangan lupa, hindari menggunakan aroma parfum yang menyengat hidung, make up yang tebal dan perhiasan yang berlebihan.
 
Persiapkan diri anda dengan membawa semua benda-benda yang menurut anda akan dibutuhkan. Misalnya membawa fotocopy CV, daftar referensi, pulpen, kertas, kartu nama dan jika mungkin ijazah dan sertifikat anda.


Tunjukkan pengetahuan anda tentang perusahaan dan posisi yang sedang anda lamar. Telitilah inti operasional perusahaan tersebut secara detail sebelum wawancara dilakukan dan bersiaplah untuk membahasnya. Anda juga harus memiliki pemahaman yang kuat tentang kesempatan kerja dan persyaratannya.
 
Ajukanlah pertanyaan tentang perusahaan dan posisi pekerjaan yang ditawarkan. Pertanyaannya harus cerdas dan menunjukkan minat anda. Persiapkan pertanyaan yang menanyakan tentang rencana perusahaan kedepan dan saat ini sehingga menunjukkan anda berpengetahuan. Yakinkan untuk mengajukan pertanyaan tindak lanjut berdasarkan informasi yang anda dapatkan pada saat wawancara.

Tunjukkan seberapa besar kemampuan dan pengalaman anda cocok dengan tujuan dan nilai-nilai perusahaan. Anda juga harus menunjukkan dengan jelas kemampuan tersebut sesuai dengan persyaratan jabatan. Ceritakan perusahaan tempat anda bekerja sebelumnya dengan baik (jika anda telah memiliki pengalaman) meskipun anda punya pengalaman buruk di tempat itu. Anda harus selalu dapat menemukan sesuatu yang bernilai positif untuk mengungkapkan situasi yang kurang ideal menurut anda. Para pewawancara tidak akan memiliki kesan baik terhadap anda jika membicarakan hal negatif tentang pimpinan atau perusahaan anda sebelumnya. Berterima kasihlah kepada pewawancara atas kesempatan yang diberikannya sebelum meninggalkan tempat wawancara. 
 
Kirimkan surat atau email ucapan terima kasih lebih lanjut untuk memastikan bahwa anda telah meninggalkan kesan baik dalam ingatan mereka.

Senin, 08 April 2013

5 Cara Cepat Menghilangkan Stres di Kantor



Beban kerja, kesibukan atau seabrek masalah di kantor tak jarang membuat kita dilanda stres. Namun semua itu bisa diatasi, asal tahu caranya.

Jangan sampai stres yang melanda justru membuat kinerja Anda menurun. Ada beberapa cara untuk menghilangkan stres yang dirasakan di kantor. Ini dia!

1. Tarik nafas panjang
Cara ini adalah cara paling mudah untuk menenangkan diri. Telah banyak penelitian yang membuktikan, menarik nafas panjang dapat membuat aliran darah serta oksigen di otak kembali teratur. Sehingga saat menarik nafas panjang, seseorang akan merasakan kenyamanan dan rasa rileks. Berhentilah sejenak dari pekerjaan, lalu tariklah nafas panjang selama 5-10 menit. Anda akan merasa lebih tenang, dan stres yang melanda akan mereda.

2. Bergerak
Beranjaklah dari kursi Anda, lalu berjalan-jalanlah sejenak. Jika memungkinkan, keluarlah dari gedung kantor sesaat untuk menikmati terpaan angin dan sinar matahari. Bergerak akan membantu otot-otot Anda yang kaku menjadi lebih santai dan rileks. Hal itu juga bisa membantu menghilangkan stres.

3. Tertawa
Tertawa bisa merangsang hormon endorfin atau lebih dikenal dengan hormon "bahagia". Dengan tertawa, segala beban Anda akan terasa lebih ringan. Melihat video lucu, membaca buku humor atau bersenda gurau sesaat dengan rekan kerja dapat menjadi pilihan Anda.

4. Gunakan sandal jepit
Ini terkesan sederhana, namun dengan sedikit bergaya santai, Anda akan merasa lebih tenang. Tak perlu memakai sandal jepit dari rumah, cukup ganti sepatu Anda dengan sandal yang telah Anda sediakan di kantor. Anda akan merasa lebih rileks.

5. Ganti suasana
Jika memungkinkan, coba minta izin dengan atasan Anda untuk bekerja dari tempat lain. Misalnya kedai kopi yang nyaman. Suasana yang berbeda akan membuat pikiran Anda lebih terbuka.

Selamat mencoba!

10 Tanda Anda Harus Pindah Kerja



Rata-rata jam kerja pegawai kantoran adalah 8 hingga 9 jam. Artinya, setiap hari, Anda menghabiskan sepertiga hidup Anda di kantor. Sia-sia sekali rasanya jika waktu sebanyak ini dihabiskan dengan mengeluh dan berbagai hal lain yang membuat Anda tak bahagia. Mungkin sudah saatnya Anda mengundurkan diri dan pindah kerja ke perusahaan lain, atau jadi pengusaha?

Jika Anda mengalami 10 hal berikut ini, tandanya Anda memang harus segera mengucap selamat tinggal pada rekan kerja.


1. Anda begitu membenci hari Senin
Merasa sedih saat weekend berakhir dan Senin kembali datang itu hal yang wajar. Tapi jika Anda membayangkan masuk kantor, bekerja, bertemu bos, bertemu rekan kerja, dan semua yang akan terjadi hari Senin, lalu Anda merasa muak, takut, bahkan stres, artinya Anda memang tak ingin berada di sana. Mungkin Anda hanya bertahan hanya demi punya pekerjaan? Tapi untuk apa menyiksa diri dan menghabiskan sepertiga hidup Anda di tempat yang Anda benci, sementara banyak orang lainnya yang menikmati pekerjaan mereka?

2. Anda bekerja tak dengan hati
Pekerjaan yang ideal adalah saat kita mengerjakan apa yang kita cintai. Memang tak semua orang seberuntung itu, tapi jika Anda mencintai pekerjaan Anda, melakukan aktivitas sehari-hari di kantor pun tak akan terasa berat. Bahkan jika pekerjaan Anda berat, Anda masih bisa bersenang-senang di kantor. Namun jika Anda mulai merasa terpaksa, atau bahkan benci, mengerjakan tugas di kantor, sampai Anda mencari-cari alasan untuk tak masuk kantor, untuk apa dilanjutkan?

3. Hubungan dengan bos tidak baik
Bos galak itu biasa. Yang harus diwaspadai adalah jika hubungan Anda dengan bos lebih buruk dibanding hubungan bos dengan rekan-rekan kerja Anda. Merupakan pertanda buruk pula jika Anda sampai harus menyelesaikan masalah Anda dengan bos lewat atasan bos Anda, atau lewat departemen SDM (HRD).

4. Kemampuan Anda tak dianggap
Anda lulusan S2 manajemen, namun di kantor ini Anda hanya diberi tugas mengerjakan hal-hal remeh. Berkali-kali Anda meminta naik jabatan atau diberi tanggung jawab lebih, namun permohonan itu tak pernah digubris. Jangan sia-siakan bakat dan potensi Anda untuk perusahaan yang tak menghargainya.

5. Masa depan perusahaan Anda tak jelas
Perusahaan Anda terlilit utang, beberapa departemen ditutup, sejumlah besar karyawan diberhentikan, gaji sudah tak dibayarkan selama dua bulan. Jika perusahaan diibaratkan perahu, segeralah Anda menyelamatkan diri sebelum ikut tenggelam.

6. Prinsip Anda dan perusahaan tak sejalan
Anda adalah orang yang sangat mencintai lingkungan, namun Anda bekerja di perusahaan yang dikenal suka mencemari lingkungan. Awalnya mungkin Anda masih bisa berkompromi, tapi jika hal ini tetap mengganggu Anda dan bahkan membuat Anda stres, carilah perusahaan lain yang sejalan dengan prinsip Anda.

7. Gaji Anda tak memadai
Biasanya fresh graduate alias yang baru lulus kuliah dan memiliki nol pengalaman masih mau menerima pekerjaan dengan gaji di bawah standar. Tapi itu pun seharusnya disertai catatan bahwa dalam setahun atau dua tahun akan ada kenaikan gaji. Jika usia Anda sudah lebih dari 27 tahun dan Anda masih digaji di bawah standar, padahal pekerjaan yang sama di perusahaan lain gajinya berkali lipat, saatnya Anda cari kesempatan lain. Tentu saja ini berlaku jika permintaan Anda untuk naik gaji tak pernah digubris.

8. Anda tak suka rekan-rekan kerja Anda
Pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan menyenangkan jika dikerjakan bersama orang-orang yang Anda cintai. Bahkan rekan-rekan kerja bisa jadi alasan kita untuk bersemangat berangkat kerja di hari Senin. Tapi jika Anda tak punya teman dekat di kantor, atau sama sekali tak bergaul dengan mereka karena merasa tak cocok, makan siang selalu sendiri, rekan-rekan kerja memperlakukan Anda dengan tidak baik, dan Anda sering terlibat pertengkaran dengan rekan kerja, saatnya ucapkan selamat tinggal pada mereka.

9. Anda makan gaji buta
Yang Anda lakukan di kantor sebagian besar adalah browsing di internet yang tak berhubungan dengan pekerjaan, lalu nongkrong, lalu ngobrol-ngobrol dengan rekan kerja, dan tak mengerjakan apapun. Enak memang, karena Anda tetap digaji meskipun Anda tak berkontribusi. Tapi ini artinya Anda "tak dianggap" oleh perusahaan. Anda produktif atau tidak, perusahaan tak peduli. Bahkan mungkin Anda tak masuk kantor pun tak ada pengaruhnya bagi keseluruhan alur kerja perusahaan. Waspadalah, bisa-bisa Anda didepak dari perusahaan karena larut dalam perilaku "makan gaji buta" ini.

10. Anda masih mencari-cari lowongan pekerjaan di tempat lain
Tak ada salahnya mencari tahu peluang dan kesempatan apa yang ada di luar sana. Namun jika sebagian besar waktu Anda dihabiskan dengan mencari lowongan kerja di internet, atau setiap bertemu teman Anda selalu berkata, "Ada lowongan nggak, di kantormu?", artinya Anda memang benar-benar ingin keluar dari perusahaan Anda. Ikutilah kata hati itu.